Tahun ke-17

Tepat pada hari Sabtu, 08 Agustus 1998 seorang bayi perempuan lahir dengan sehat di tangan seorang bidan. Berkat Ibu bidan puskesmas di jalan Rajawali kota Bandung, bayi perempuan itu bisa bertemu dengan Ibunda tercintanya, Ayah tercintanya, dan kakak laki-laki terbodornya. Kemudian, tanpa terasa hari ini adalah hari peringatan kelahirannya yang ke-17. Peringatan usia ke-17nya jatuh di hari, tanggal dan bulan yang sama. Yang membedakan hanyalah tahun. Sabtu, 08 Agustus 2015 bayi perempuan itu sudah bukan menjadi bayi lagi. Dia kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sudah siap menyongsong hari esok dengan segala impian dan cita-citanya.

MasyaAllah.

Alhamdulillah wa syukurillah.. Sangat berterimakasih dan bersyukur kepada Allah, karena bisa bertemu dengan tanggal 8 Agustus yang ke-17. Gue, ulangtahun hari ini men‼ Saengil cukhaeyo buat diri gue sendiri!! image Terimakasih buat teman-teman, sahabat dan barudaks saya yang sudah menyempatkan diri untuk mengetik beberapa kalimat atau mengcopas ucapan untuk gue hahaha. Semoga, setiap kalimat yang kalian ucapkan, setiap doa dan harapan yang kalian lantunkan untuk gue, didengar oleh Allah SWT dan dikabulkan. Semoga, semua harapan yang kalian doakan untuk gue, juga kembali atau mendapat dampak sama yang baik ke kaliannya juga. Aamiin. Sungguh, hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan dan gue akan menceritakan pengalaman ulangtahun yang absurd. Lebih absurd dari kejutan tahun lalu. Gue cukup menderita sekolah di SMA yang gue siap tinggalkan tahun depan. Bukan maksud menjelek-jelekkan, tapi gue kurang suka dengan pergaulannya yang terlalu jauh dari kata “baik” dalam kamus gue dan juga kurangnya disiplinitas dibandingkan dengan almamater SMP gue yang ketat banget. Lebih ketat dari kaosnya duo srigala. Entah apa yang akan terjadi pada diri gue jika di sekolah ini gak ada ekskul rohis. Entah apa yang akan terjadi pada diri gue jika anak-anak rohisnya bukan mereka. image Di kelas, gue kurang deket sama anak-anaknya. Pemikiran kita beda jauh banget. Maklum, cara pikir dan pandang gue agak sedikit kaya IPA tapi gue hidup di kalangan IPS yang notabene memang malas-malasan dan doyan main. Cuma beberapa yang bisa bikin gue betah di kelas yaitu Rahma dan Alifya, lalu ditambah sekarang gue menemukan Inshira dan Raka yang makin melengkapi rasa nyaman gue untuk duduk menimba ilmu di kelas IPS yang sangat ricuh. Meskipun ricuh dan malas-malasan dan susah diatur, tapi tetep aku sayang kalian. IPS2-IPS3 awkwkwk Selain dari sahabat-sahabat gue di kelas, gue juga punya sebuah organisasi di luar kelas yaitu anak-anak rohis alias anak-anak dkm. Simplenya, anak-anak pengurus masjid sekolah. PMS. Pengurus Masjid Sekolah. Dalam postingan ini, gue akan menceritakan kisah kzl gue bersama anak-anak PMS di tanggal 8 Agustus ini. Sebelumnya, nama kami bukan PMS, melainkan PRISMAN. Tapi kita samarkan saja jadi rohis. Dibandingkan dengan teman di kelas, gue jauh lebih akrab dengan anak-anak rohis ini. Entah, tapi gue nyaman aja. Selama 15 tahun hidup, baru kali ini di SMA gue gaul sama anak-anak yang emang agamis banget. Selama 15 tahun hidup yang separuh usianya udah tercemar hal-hal dewasa seperti FF NC, gue cukup merasa terselamatkan dari panasnya api neraka berkat bertemu teman-teman serohis gue. SMA, gue bertaubat. Thank’s buat kalian para sahabat rohis SMA gue. Sudah 17 tahun gue hidup, baru kali ini gue mendapatkan sahabat yang super seperti anak-anak PRISMAN ini. Alhamdulillah… bisa punya sahabat kaya kalian duh alay banget gue. Nah, di hari ini, gue bener-bener berharap bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda. Tahun lalu, gue juga udah bersahabat baik dengan anak-anak ini. Hanya saja, usia ke-16 gue tahun lalu hanya heboh di sosial media. Gue mudik saat itu, men jadi gak bisa ketemu dengan sahabat-sahabat gue. Oleh sebab itu, sesuatu yang berbeda yang gue harapkan di hari yang ke-17 tahun ini adalah, gue bisa berkumpul bersama mereka. Jauh-jauh hari, gue dan Mamah gue sudah merencanakan masak-masak nasi kuning buat makan-makan temen-temen gue. Gue juga sudah merencanakan akan memeluk mereka dan menghabiskan moment peringatan usia ke-17 tahun gue bersama mereka. Pada hari Jum’at, tanggal 7 Agustus gue pun mengajak mereka untuk datang ke “pesta rakyat” ke-2 di Pendawa hari Sabtu, 8 Agustus. Invitationnya cuma berupa ajakan di grup Line angkatan gue. Tapi yang respon cuma sedikit. Dari 10 orang yang ngeread, yang ngasih kepastian datang cuma 3 orang. Gue belum mulai merasa ada yang aneh jadi yaudah gue sibuk main game dan chat sama orang lain meskipun udah ada sedikit rasa kesel. Kemudian, gue berniat untuk mengecek grup dan melihat bagaimana respon anak-anak. Gue pikir peminat akan bertambah. Ternyata.. Gue dikick dari grup. image WTHWTFasfghjklwkwkkwkwk Gue sih gak kesel, cuma menggelengkan kepala “Sumpah jail banget ni anak-anak.” Gue melajeungkeun (melanjutkan) hidup dengan damai sentausa, tetap aktif main di line, di grup angkatan campuran dan sedikit mengungkit masalah gue dikick dari grup angkatan gue di grup campuran dengan nuansa hereuy alias lucu-lucuan. Sedikit bosan karena sepi-sepi aja, gue pun mengirim personal massage ke Fitri, mpu yang mengkick gue. image Sungguh, percakapan terbodor yang pernah ada. Selain sama Fitri, gue juga chat sama Nurfira. Nurfira ngebalesnya lamaaaaaaaaaa banget. Gue menceritakan rasa sedih dan kzl gue karena gak ada anak-anak yang ngasih kepastian mau dateng apa kagak. Sampai malam, kepastian anak-anak yang bakalan datang… Tyas, Karin dan Risa. Ketiganya gak bilang bakalan datang, hanya saja respon mereka menunjukkan kalau mereka mau datang. Gue pun tidur untuk menghilangkan penat dan bayang-bayang mantan /loh? Keesokan paginya…. Gue bangun tidur dengan rasa baper dan tiba-tiba kangen sama barongsai alias sunggyu alias seseorang yang gue sayang #eak. Gue ngecek HP dan mengecek sosmed. Tercatat bahwa Risa, Hanifah, Tyas, Karina, Fitri, Nurfira sudah mulai mengucapkan habede-habede, disusul oleh Mamah dan kakak laki-laki gue secara langsung. image Gue masih dalam keadaan tidak bisa mengecek grup angkatan. Kemarin, sewaktu chat sama Fitri, gue sempet diundang lagi dan setelah gue bergabung, ternyata anak-anak tidak membicarakan jam berapa mau ke rumah gue. Gue masih kesel, jadi gue left group. Pagi hari, gue baru diinvite lagi sama Fitri setelah Fitri ngucapin pake caps-lock. Pagi gue perlahan hancur ketika Fitri bilang kalau dia sakit tenggorokan, demam dan gak akan diizinin Ibunya. Semakin remuk ketika Tyas bilang dia gak bisa pergi karena motornya mau dipakai bapaknya. Padahal gue ingin banget ada dua manusia itu. Sejauh ini, saat itu, yang ada kepastian datang hanya Nurfi dan Mira. Nabilah mendadak ragu gak bisa karena takut ada acara sama keluarganya. Karin juga mendadak ragu karena ada les. Gue gak ngerti, padahal setau gue Karin gak ikutan les-les gitu. Ah, ini bisa tergolong kebohongan. Tapi bisa aja kan, Karin tiba-tiba ikut les tanpa ngasih tau kita dulu? Jadi, yaudah deh kalau Karin gabisa. Di grup, Risa bertanya kapan pesta bikini mulai. Gue pun menjawab tak tau karena gue nunggu kepastian anak-anak yang bakalan datang. Tetep.. yang read banyak, yang jawab dikit. Sakit hati, mata gue berkaca-kaca saking sedihnya “It’s the worst day ever. Aku harap aku bisa bersama kalian tapi ternyata nggak. It’s the bad day ever and I hate the day.” Kemudian Aziz dan Rheza datang di list chat gue membuat gue nyengir dan sedikit ngakak dengan kepolosan dan kelucuan mereka. Aziz ngucapin dengan singkat tapi lucu (biasa aja tapi gue anggap itu lucu karena dia mengirim emot nyengir dan aneh aja kalau ngebayangin orang sediem Aziz nyengir kaya stikernya). Rheza ngirim foto dia yang dia pikir mirip dengan pemain film Crows Zero dan ekspresinya bocah banget, sumpah gue gak kuat. Setelah gue bete-betean, gue melihat di grup campuran mulai ramai copas-copas ucapan. Di grup kelas juga udah rame. Gue bahkan mengabsen anak kelas satu per satu siapa aja yang udah ngucapin. Meskipun udah pada ngucapin di grup, (kecuali si barongsai alias sunggyu yang gak ada kabar banget ah kzl) gue tetep merasa ada yang kurang. Kalau jawaban dari yang kurang itu karena ketidak munculan si doi alias barongsai alias sunggyu, gue rasa kurang tepat. Sedikit berbagi ilmu. Manusia itu makhluk sosial, bukan makhluk media sosial. Manusia butuh interaksi secara langsung. Bukan interaksi palsu antara individu dengan layar. Oleh sebab itu, gue merasa ada yang kurang karena gue gak bisa bertemu dengan orang-orang yang mengucapkannya secara langsung atau fisik. Gue galau… pundung, nangis dan sedih. Aziz mengakatan “Biasa… kejutan klasik. Bilangnya gabisa datang padahal tiba-tiba datang…” Sebelum Aziz mengatakan itu, gue juga udah was-was ini cuma dijailin. Dan gue yakin 100 persen bahwa ini gue dijailin. Tapi.. Gue gak mau geer dulu. Siapa tau memang mereka gak peduli sama gue hahah. Dari chat-chat dan kejadian yang gue rangkai, gue teramat sangat yakin kalau gue sedang dalam proses pinyitan dan bullyan anak-anak rohis ini. Gue bener-bener yakin kalau Fitri sedang menyusun rencana busuk untuk menipu dan menjahili gue. Gue juga membayangkan, mereka yang bilang gak bisa hadir eh ternyata tiba-tiba datang. Tapi… semua itu terasa imposible karena… Nabilah. Waktu ulangtahun Karin, Nabilah sama sekali gak mau ikutan ngejailin Karin. Jadi, gue berasumsi bahwa ini beneran pada gabisa karena seorang Nabilah aja sudah berkata “jujur” gak bisa. Fitri, gue gak bisa maksa karena dia sakit. Tyas, mana bisa gue berantem ngelawan bapaknya. Sisanya… Ah… Gue makin ragu ketika gue dengan welcomenya diundang lagi ke grup angkatan gue waktu hari Jum’at. Melihat chat mereka juga gue makin gak yakin kalau mereka sama sekali gak akan dateng ke rumah gue. Aku hancur, ku terluka. Aku kzl kzl kzl. Saking udah bener-bener sedih, gue sampe bilang “Yaudah gausah jadi aja kalau gak ada yang bisa mah L” Gue pasrah. Gue minta maaf ke Mamah “Mah, maafin kalau makanannya gak abis karena yang dateng cuma sedikitan…” Mamah pun menjawab “Ya gapapa.. gausah khawatir makanan banyak tinggal bagi-bagi di sini mah.” Tapi ya ampun, tetep aja gue merasa… Ah… Mamah 😥 Setelah gue pasrah dan sibuk main game, sekitar jam setengah 1 siang Nurfi ngechat gue bilang dia udah deket rumah gue. Gue bingung. Tapi yaudah, gue ganti baju. Selama ganti baju, gue membayangkan bahwa Nurfi membawa rombongan anak-anak cilepeung yang akan teriak-teriak minta makan di pager rumah. Tapi nihil. Nurfi datang sendirian, membawa sebuah kantung keresek berisikan kado yang besar. Gue harap sahabat-sahabat gue ada di dalam kado itu. Selang satu jam lebih, Nabilah datang. Gue makin sedih dan merasa bersalah karena gak bisa membuat acara hari ini menjadi sangat menarik dan ramai karena yang dateng tinggal nunggu Mira, mungkin Karina dan cowok-cowok futsal seperti Robby, Didit, Aziz dan Ardian (mungkin ada Variz dan Irfan juga). Sedikit banget. Far from expected. Gue, Nurfi dan Nabilah duduk diem ngaso di mushola lantai 2 rumah. Kita ngobrol-ngobrol sambil ketawa-ketawa ngetawain facebook Nurfi yang sumpah alay banget. Beda banget sama Nurfi yang sekarang. Lagi asik-asik ngestalk facebook Nurfi, Robby ngeline (atau ngesms) Nabilah (atau Nurfira) kalau dia udah di depan rumah gue sejak 10 menit yang lalu. Gue panik. Yaudah gue ngacir ke bawah, disusul oleh Nurfi dan Nabilah. Ketika gue membuka pagar, bener aja, Robby sudah dengan jongjonnya duduk di atas motor dengan satu kaki menahan motor dan kaki yang lain dinaikkan ke leher motor. Gue berdiri dengan pose menantang di muka pagar dan manggil “Ssttt… rob hey. Bebeb…” Tapi Robby tidak memberikan respon. Dia tidak mendengar karena dia masih menggunakan helm dan sibuk memainkan games di hpnya. Terjadilah percakapan singkat dan Robby menolak untuk masuk. Robby malah menunjuk-nunjuk ke arah Taman Pendawa (deket rumah gue banget) sambil bilang “Ih eta eta tingali.” Ketika gue tengok, gak ada yang gue lihat kecuali orang-orang yang lewat dan cowok-cowok berbaju hitam ngerokok. Tak lama, Robby ngacir pergi lagi. Nyebelin memang. Alasannya sih karena malu baru cowok sendirian. Yaudah, gue, Nabilah dan Nurfira kembali lagi ke mushola dan kembali ketawa-tawa ngestalk FB Nurfira. Gak lama kemudian, Nabilah bilang “Si Robby minta dijemput di gerbang” seraya pergi meninggalkan gue dan Nurfi berdua. Yaudah, gue diem sama Nurfi. Lalu, Nabilah kembali sendirian dan kita ngestalk-ngestalk lagi. Mushola ini bentuknya persegi panjang di mana pintu masuknya berupa pintu geser yang terletak di bagian panjang ruangannya. Dari tempat gue duduk, gue bisa melihat langsung ke arah luar. Kalau pintunya terbuka, ruangan ini gak kedap suara jadi gue bisa mendengar ada langkah orang yang menaiki tangga. Selain dari suara, gue juga bisa merasakan kehadiran seseorang. Gue yakin, ada orang di sana dan gue pikir itu adalah Robby. Ditambah, gue melihat ada bayangan-bayangan. Gue berkata sendiri dengan lirih dan pelan “Is there someone out there?” Sambil mikir keras “Itu siapa ya Ampun kenapa si Robby gak masuk malah diem di sana..” Eh tiba-tiba. Ada empat orang wanita memasuki ruangan. Yang satu bawa kue, yang satu bawa hp dengan flash kamera yang menyala, dan mereka berempat nyanyi-nyanyi Happy Birthday. MasyaAllah. Itu Fitri, Tyas, Karina dan Diny. Dibandingkan dengan menangis terharu, gue lebih merasa bangga terhadap diri gue karena tau kalau hipotesa ‘terbuang’ gue (hipotesa kalau gue cuma dijailin) ternyata benar. Seratus persen benar bahwa ini adalah akal-akalannya Fitri. Gue udah gabisa berkata apa-apalagi dan mengekspresikan apa-apalagi selain menjerit-jerit marah sambil menendang-nendang ke arah Fitri dan Tyas yang katanya gak bisa datang. Sumpah. Gue kesel. Gue ditipu -_- Kami pun berkumpul, duduk melingkar mengelilingi kue yang dibawa oleh rombongan tukang tipu. Sungguh luar biasa, kue yang mereka bawa adalah kue koko krunch. Sereal kesukaan gue… Koko krunch. image Mereka benar-benar mengetahui selera gue. Antara ngakak, sedih, marah, geje ampun deh gue fix merasa……. tertipu. Ngeselin sih, lebih kerasanya adalah kesel karena mereka dateng tiba-tiba sementara gue belum menyiapkan piring, sendok, ngewadahin nasi, menggelar karpet dan bikin minum. Untungnya Mamah gue udah ngegoreng ayam dan telur dadar waktu Nurfi datang. ARGH GILA GUE SAYANG BANGET SAMA KALIAN AAAAAH Seperti biasa, gue gak begitu suka kejutan. Tapi yang kali ini, gue suka-suka aja. Karena gak bikin gue confuse seperti tahun lalu. Gue masih bisa sedikit mengingat runtutan kegiatannya. Beda sama tahun lalu yang asdfghjkl wkwkwk. Bagus sih, kalau mereka nipu-nipu gue kaya gini. Soalnya, kalau mereka cuma sekedar datang, salam ke mamah gue, trus duduk berdoa dan makan kemudian foto-foto, kan terasa kurang heboh. Jadi ya… Ah super sekali. Satu persatu Fitri merekam wish-wish dari Nabilah, Nurfi, Karina, Diny, Tyas dan dia sendiri. Kemudian Risa datang, disusul Mira yang disambut dengan jeritan takut Nabilah dan Fitri “Aaaaaak Aaaaaak ampun kami gak salaaaah” Mira dateng langsung nempel-nempel ke gue dan gue sumpah ngakak banget. Mira tuh caleuy, agak ndut, dan pas dateng nempel-nempelnya tuh kaya ulet. Pelan-pelan dan sambil ketawa-tawa nyesek khas dia. Beberapa menit kemudian, mereka semua sholat Ashar lalu datang Ardian dan Hani. Lalu, Didit, Aziz juga datang dan Variz merupakan peserta terakhir yang menapakkan kaki di rumah ini. Semua berjalan dengan menyenangkan. Terimakasih kalian! Gue benar-benar sayang sama kalian. Kalian yang bener-bener bikin gue kuat dan bertahan di sekolah ini . Kalian adalah sahabat gue yang paling-paling-paling ah… Ah…. pokoknya, gue bener-bener bersyukur karena bisa mengisi best day, best moment on highschool bersama sahabat terbaik di SMA. Sungguh, kalian adalah anugerah Tuhan yang terindah. Meskipun gak full team, gak ada Rendita, Yeni, Faiqoh, Muthi, Gugun, Irfan, Luthfan, Dwi, Kafie, tapi tetep gue bahagia. Tetep gue merasa bersyukur karena ada yang datang dan lumayan banyak gak sesedikit yang mereka skenariokan. MasyaAllah.. Alahamdulillah… It’s the best birthday ever awkwkwkwk. Sudah lama gue gak mendapatkan hadiah-hadiah dan inilah yang gue dapatkan dari barudaks tercinta. image Itu dari Ftri+Tyas+Karina+Diny, Hanifah, Nabilah, Risa, Mira dan Nurfira. Fitri dkk ngasih koko crunch dan sekali lagi, mereka tau betul selera gue. Koko crunchnya ternyata sisa bikin kue yang mereka kasih ke gue dan dalam keadaan sudah terbuka. Lucu banget sumpah. Hanifah memberi cokelat, oke, dia juga tau selera gue. Nabilah memberi kado dengan hiasan terlucu dan terngakak yaitu berupa amplop bergambar kumis, dan barang yang dia kasih adalah sebuah kerudung. Risa memberi gue buku diary yang bergembok. Mira juga ngakak banget karena dia kalau ngasih barang gak nanggung-nanggung, Koko crunch juga beserta mangkuk dan sendok dua buah. Terakhir, Nurfira tau banget gue suka tidur jadi dia memberi gue sebuah bantal bergambar kuda zebra. image Alhamdulillah.. Ah, dan terakhir, Mamah Risa dan adiknya Risa yaitu Risfia… Thank’s buat kuenya! image It’s the best day.. sekali lagi, best day! Pelengkap rasa syukur menapaki usia 17 tahun yang indah sekali. Hadiah terindah adalah terkabulnya salah satu keinginan gue yaitu sangat-sangat-sangat ingin berkumpul bersama sahabat terunyu di SMA. Sekali lagi, terimakasih Ya Allah! Terimakasih juga kalian barudaks Tukang Tipu. Awkwkwk semoga persahabatan kita selalu abadi dan kita akan selalu bersama-sama. Aku sayang kalian. Udah kelas 3 SMA, meskipun sibuk, jangan perlah lupakan kebersamaan kita. Awkwkwk~~ image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s